Sepeda Onthel Tua Ini Harga Semakin Mahal dari Honda Brio Baru

Salah satunya koleksi Merpati Museum Yogyakarta yang cukup mengagumkan tidak lain satu sepeda onthel tua dengan situasi masih tertangani serta komplet.

Sepeda istimewa itu adalah Gazelle seri Grider Frame sebelum seri 1, yang dibuat tahun 1909.

Karena sangat spesialnya, sepeda yang disebutkan cuma salah satu di Indonesia yang masih ada itu setiap hari mejeng di ruangan kerja pemilik sekaligus juga pendiri Merpati Museum Yogyakarta, David Sunar Handoko.Sepeda yang dibuat perusahaan sepeda paling besar serta populer di Belanda, Royal Dutch Gazelle itu masih original nyaris di semua bagiannya. Mode gearnya masih memakai bentuk jantung, sadel asli, kerangkanya juga masih dobel atau bentuk rangkap. Sisi lampu masih tetap menggunaan bawaannya yang memiliki bentuk seperti lentera keemasan. Hal yang ditukar dari sepeda ini cuma sisi rodanya supaya masih dapat dikemudikan seperti umumnya.

“Sepeda ini punya seorang romo (pastur) di Bali, lalu dibeli rekan saya di Jember, lalu baru saya membeli, harga waktu itu hampir sama dengan dua (Honda) Vario baru, hehe,” tutur Handoko didapati Tempo Sabtu pagi di museumnya Sabtu 9 Maret 2019.

Handoko in-bloom.co menjelaskan, sepeda Gazelle itu jadi benda paling disayangnya antara 500 koleksi sepeda ontel antik kepunyaannya yang dia pajang di museum.Walau antara koleksi beberapa ratus sepeda tuanya ada pula yang berusia semakin tua seperti sepeda Colombia dengan pelek kayu dan ban mati keluaran era 18, tetapi Gazelle itu masih paling dia idolakan hingga terus dipamerkan di ruangan kerjanya temaninya kerja.

Semenjak memperoleh Gazelle itu tahun 2017 yang lalu, sepeda itu lalu dia cat lagi serta pernekel atau krom lagi supaya terlihat kembali lagi manis.Agar sepeda ini di sini saja, ingin ditawar Rp 100 juta semakin juga tidak akan saya bebaskan, ini riwayat,” tutur pria yang pendiri jaringan dealer jual membeli motor Merpati Group itu.

Handoko sendiri kecuali mengumpulkan sepeda tua, mempunyai beberapa ratus koleksi mobil dan motor usang yang dia pajang di museumnya yang ada di Jalan KH. Ahmad Dahlan nomor 88 Ngampilan Yogyakarta. Tiap hari museum itu bekerja dari jam 09.00-16.00 WIB serta ongkos ticket pengunjung Rp 40 ribu per orang.